MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Sesuai dengan
namanya, pembelajaran berbasih masalah (PBM), adalah model pembelajaran yang
berdasar pada masalah-masalah yang dihadapi siswa terakait dengan KD yan sedang
dipelajari siswa. Masalah yang dimaksud bersifat nyata atau sesuatu yang
menjadi pertanyaan-pertanyaan pelik bagi siswa (kosasih, 2014: 88). Hal ini
berbeda dengan model pembelajaran penemuan yang maslaahnya cenderung rekayasa
karena tujuannya bukan mencari solusi, melainkan untuk menemukan sesuatu atau
hal-hal yang harus dikuasai siswa, sesuai dengan tuntutan KD dalam kurikulum.
Menurut Kosasis
(2014: 89) Adapun tujuan dari PBM bukan pada penguasaan pengetahuan siswa yang
seluas-luasnya. Akan tetapi, dengan pengembangan model pembelajaran seperti
itu, siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah
serta sekaligus mengembangkan kemampuan mereka untuk secara aktif membangun pengetahuan
sendiri.
Adapun menurut Kosasih (2014: 91) langkah-langkah model
pembelajaran berbasis masalah (PBM) secara singkat dapat dijabarkan dalam tabel
di bawah ini.
|
Langkah-langkah
|
Aktivitas
Guru dan Siswa
|
|
1.
Mengamati, mengorientasikan siswa terhadap masalah
|
Guru meminta siswa untuk melakukan kegiatan pengamatan
terhadap fenomena tertentu, terkait dengan KD yang akan dikembangakannya.
|
|
2.
Menanya, memunculkan permasalahan
|
Guru mendorong siswa utuk merumusakan suatu masalah
terkait dengan fenomena yang diamatinya. Masalah itu dirumuskan berupa
pertanyaan yang bersifat problematis.
|
|
3.
Menalar, mengumpulkan data
|
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi
(data) dalam rangka menyelesaikan masalah, baik secara individu maupun
kelompok, dengan membaca referensi, pengamatan lapangan, wawancara, dan
sebagainya.
|
|
4.
Mengasosiasi, merumuskan jawaban
|
Guru meminta siswa untuk melakukan analisis data dan merumuskan jawaban
terkait masalah yang mereka ajukan sebelumnya.
|
|
5.
Mengomunikasikan
|
Guru menfasilitasi siswa untuk mempresentasikan jawaban
atas permasalahan yang mereka rumuskan sebelumnya. Guru juga membantu siswa
melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses pemecahan masalah yang
dilakukan.
|
Penilaian untuk
model ini pun tidak boleh lepas dari aspek kognitif, pskiomotor, dan afektif.
Penilaian terhadap aspek-aspek tersebut dilakukan selam proses ataupun pada
akhir pembelajaran.
Comments
Post a Comment