MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK
Pembelaran berbasis
proyek adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai
tujuannya. Pembelajaran berbasis proyek (PBP) memfokuskan pada aktivitas siswa
yang berupa pengumpulan informasi dan pemanfaatannya untuk menghasilkan sesuatu
yang bermanfaat bagi kehidupan siswa itu sendiri ataupun bagi orang lain, namun
tetap terkait dengan KD dalam kurikulum (Kosasih, 2014: 96).
Pembelajaran berbasis
proyek (PBP) merupakan model pembelajaran yang berfokus pada kreativitas dan
kebutuhan-kebutuhan yang bermakna bagi diri siswa. Mereka kemudian berkreasi
dengan memanfaatkan pengalaman dan kemampuannya sendiri untuk melakukan sesuatu
kegiatan yang menghasilkan karya yang mereka anggap berguna bagi dirinya
ataupun orang lain.
Secara spesifik
tujuan model pembelajaran berbasis proyek adalah sebagai berikut.
1)
Siswa memperoleh
kebermaknaan ataupun manfaat yang dapat mereka rasakan langsung dari pelajaran
yang mereka ikuti bagi kehidupan sehari-harinya.
2)
Siswa dapat
berkreasi, berinovasi, dan mengembagkn potensinya sendiri dalam bentuk kegiatan
dan karya dalam proses pembelajaran yang telah dilakoninya, baik secara
sendiri-sendiri ataupun berkelompok.
3)
Potensi siswa bisa
lebih aktif teroptimalkan, tidak hanya potensi intelektual, tetapi fisik,
sosial, emosi, dan spritulanya.
4)
Siswa juga
diharapkan dapat mengembangakan kemampuan dan keterampilannya di dalam
mengelola dan memanfaatkan sumber, bahan, dan potensi-potensi lingkungan,
masyarakat, dan budayanya untuk menjadi sesuatu yang bermakna bagi dirinya dan
bagi orang lain dalam kehidupan bersama.
Seperti model-model
pembelajaran lainnya, model pembelajaran berbasis proyek juga memiliki
langkah-langkah dalam proses pelaksanaannye. Adapun langkah-langkah
pembelajaran berbasis proyek meliputi 6 aspek sebagai berikut.
1)
Penentuan Proyek
Siswa menentukan jenis kegiatan atau karya yang akan
mereka kerjakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Minat, kemampuan, serta
ketersediaan sarana dan prasarana harus menjadi bahan pertimbangan siswa dalam
langkah ini.
2)
Perancangan Proses
Siswa merancang langkah-langkah kegiatan pelaksanaan
proyek, dari awal sampai akhir penyelesaiannya.
3)
Penyusunan Jadwal
Di bawah bimbingan guru, para siswa melakukan penjadwalan
ulang semua kegiatan yang telah dirancangnya. Jadwal tersebut menunjukan berapa
lam proyek itu harus diselesaikan tahap demi tahap. Jadwal yang dimaksud
disesuaikan dengan program yang tersedia bagi guru itu sendiri, serta
kesanggupan siswa menyelaesaikan proyek yang telah dirancangnya.
4)
Penyelesaian Proyek
Pada tahap ini setiap siswa mengerjakan tugas sesuai
dengan pembagian yang telah dirancang sebelumnya. Guru berperan memotivasi,
mengarahkan, mengoordinasikan sehingga kegiatan dan proyek siswa dapat
memastikan penyelesaiannya dengan baik dan tepat waktu.
5)
Penyampaian Hasil
Kegiatan
Dalam pendekatan saintifk, langak ini termasuk ke dalam
langkah mengomunikasikan bentuk penyampaiannya bergantung pada proyek yang
dihasilkan siswa. Apabila berupa karya siswa dapat menunjukan atau memamerkan
karyanya itu dengan menjelaskan proses pembuatan, manfaat, dan kelebihan dari
karyanya itu kepada teman-temannya.
6)
Evaluasi Proses dah
Hasil Kegiatan
Guru dan siswa melakuak refleksi terhadapa serangkaian
kegiatan yang telah mereka jalani beserta hasil-hasilnya. Pada tahap ini, para
siswa mendapat kesempatan mengemukakan pengalamannya, kesan-kesan, beserta
kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Guru kemudian memberikan berbagai
masukan dan pertimbangan-pertimbangan terkait dengan kualitas kerja mereka.
Comments
Post a Comment